Ramona Unsulangi

Pelatih.

agus yuwono nyonyon picture

Biografi

Mona, demikian panggilan sehari-harinya, memulai belajar musik dan memainkan organ sejak usia 9 tahun di Yayasan Pusat Pendidikan Musik. Instrumen pipe orgel juga dipelajarinya sejak dini dari Romo Antonius Soetanta, S.J. sehingga membuat Mona sudah aktif mengiringi di gereja sedari SD. Saat bergabung dengan Paduan Suara SMA Tarakanita, Mona mulai tertarik pada instrumen piano dan mempelajarinya secara otodidak. Baru di tahun 2008, dengan bimbingan Roy Dauna, ia berkesempatan belajar piano kontemporer di Lembaga Pendidikan Musik Farabi. Semasa menjadi mahasiswa FISIP UI, Mona aktif sebagai anggota dan pianis PSM UI Paragita di bawah bimbingan Aning Katamsi. Masa-masa itu memberinya banyak pengalaman untuk mengikuti kompetisi paduan suara baik di dalam maupun luar negeri. Dalam perjalanan berikutnya, pengetahuan vokal juga didapatnya dari Rozana Unsulangi dan Otti Jamalus. Kegemaran bernyanyi dan ketertarikannya pada musik Jazz tersalurkan dengan membentuk Lemonade Jazz A Cappella bersama empat orang rekannya di tahun 1999. Bersama Lemonade, Mona dan rekan-rekannya kerap mengisi beberapa pagelaran Jazz di Jakarta seperti JGTC, Jazz Interaktif, Jazz Merah Putih, dll. Tahun 2007 Mona diangkat menjadi salah satu anggota tim pelatih PSM UI Paragita, dan di waktu yang berdekatan, ia pun sempat menjadi staf pengajar vokal di Elfa Music School. Saat ini, Mona aktif mengajar vokal di Bina Seni Suara dan Wijaya Music School. Pada akhirmya Mona berharap bisa berbagi sedikit 'rasa yang berbeda' pada khalayak lewat tiap konser PSM UI Paragita yang ditanganinya.

Indra Azis - Dosen musik, Founder VokalPlus, Pelatih vokal, Musisi

"PSM UI Paragita adalah paduan suara yang memiliki semangat serta disiplin yang tinggi. Sangat mudah rasanya bekerja sama dengan Paragita, mereka siap dengan segala bentuk aransemen musik serta situasi penampilan apapun. Sukses untuk PSM UI Paragita."

Rama Widi, Harpist

"Sebelum bekerjasama pada tahun 2010 untuk mendukung saya dalam konser 'Rama Widi and Twilite Orchestra' di Aula Simfonia Jakarta, jujur saya sudah 'mengincar' sejak bertemu dengan anak-anak Paragita di Vienna. Saya melihat sebuah keseimbangan sempurna dalam paduan suara mahasiswa ini oleh karena semua anggota yang tergabung mempunyai dedikasi yang tinggi dalam bermusik yang membuahkan banyak prestasi yang dapat disandingkan dengan paduan suara profesional TANPA melupakan kuliah. Semoga Paragita semakin suksesdan dapat menjadi contoh bagi paduan suara mahasiswa lainnya."

Nicholas Fink - Choir Director Schleswig-Holstein Musik Festival

"I was impressed with the vocal and musical abilities of the choir as they mastered the extremely demanding German repertoire, including works by Arnold Schonberg and Johannes Brahms. I am confident they would be a worthy representative of Indonesian choral culture."