Choirmasters

Subheading. Which attrib to get the value for this from?

1. Aning Katamsi

Ratna Kusumaningrum, atau biasa dikenal sebagai Aning Katamsi Asmoro adalah salah satu soprano terbaik di Indonesia yang konsisten mendedikasikan dirinya di bidang musik klasik. Dengan bimbingan ibunya, Pranawengrum Katamsi (Alm.), Aning mendapat pelajaran vokal pertamanya yang kemudian dilanjutkan dengan pendidikan vokal di Sekolah Musik Yayasan Pendidikan Musik oleh Catharina W. Leimena. Beliau juga mendapatkan bimbingan dari Lee Alison Sibley, Ruth Drucker, Andrea Ehrenreich, Adib Fazah, dan Rudolf Jansen. Selain menekuni bidang tarik suara, Aning juga mendalami teknik bermain piano di bawah bimbingan Susiana A. Wibowo dan Iravati M. Sudiarso.

Aning telah melakukan program-program kolaborasi dengan orkes-orkes nusantara seperti Orkes Simfoni Jakarta, Twilite Orchestra, Nusantara Symphony Orchestra and Jakarta Chamber Orchestra. Tidak hanya itu, beliau juga telah mengadakan berbagai resital di Indonesia dan juga di mancanegara.

Aning telah aktif mendalami bidang paduan suara dan menjadi konduktor PSM UI Paragita sejak tahun 1990 hingga 2000. Pada tahun 2007, beliau kembali aktif meniti karir bersama PSM UI Paragita. Aning telah membawa PSM UI Paragita meraih berbagai pencapaian baik di tingkat nasional maupun internasional. Saat ini, beliau merupakan choirmaster PSM UI Paragita.

2. Barkah Adji Kasyono

Adji Kasyono mulai berkecimpung di dunia paduan suara sejak menjadi anggota PSM UI Paragita di awal kuliah di FS/FIB UI, dibimbing oleh alm. Bpk Lilik Sugiarto yang saat itu sebagai pelatih Paragita. Berlanjut dibimbing oleh Aning Katamsi Asmoro di tahun tahun berikutnya, lalu sempat vakum dari Paragita selama kurang lebih lima tahun dan pada tahun 2007 kembali ke Paragita sebagai anggota tim pelatih yang diprakarsai Aning Katamsi saat itu hingga sekarang.

Sejak bergabung di Paragita beragam pencapaian sudah didapat, baik sebagai penyanyi maupun conductor. Pada 2008 mengaba di Festival Paduan Suara ITB kategori female choir, meraih juara ketiga, 2010 di ajang tingkat internasional festival yang sama kategori male choir meraih juara pertama. Lalu 2012 berangkat ke kompetisi seri European Grand Prix for choral singing, salah satu kompetisi tersulit selama ini, di kota Debrecen, Hungaria, sebagai asisten pelatih, berlanjut 2014 juga ke serial European Grand Prix di Arezzo, Italia, sebagai salah satu pengaba dan mendapat juara kedua di kategori mixed choir.

Pada Tahun 2015 kembali bersama Aning Katamsi membimbing Paragita untuk bekerja sama dengan Rundfunkchor Berlin, salah satu paduan suara sangat ternama di Jerman dalam konser mereka di Jakarta, dilanjutkan bekerja sama dengan Radcliffe female choir Harvard University, Amerika Serikat.

Di ujung tahun ini kembali, Adji bersama Aning Katamsi mengusung tema puisi dalam konser tahunan PSM UI Paragita bertajuk "Hasrat: A Poetic Rhapsody".

3. Agus Yuwono

Agus Yuwono, dahulu aktif menjadi anggota PSM UI Paragita pada tahun 1995-2000.  Agus belajar vokal pertama kali di Yayasan Pendidikan Musik (YPM) Jakarta di bawah bimbingan Binu D. Sukaman dan Aning Katamsi Asmoro. Kemudian, dialnjutkan kembali dengan belajar vokal di Musicasa Studio di bawah bimbingan Joseph Kristanto Pantioso. Selain itu, Agus mempelajari Choir Conducting di Musicasa Studio di bawah bimbingan Budi Utomo Prabowo.

Selain berkiprah di PSM UI Paragita, Agus juga memiliki pengalaman berpaduan suara di beberapa kelompok ternama seperti Twilite Chorus dan Batavia Madrigal Singers. Semasa menjadi anggota dari Twilite Chorus dan Batavia Madrigal Singers, Agus telah mengikuti konser dan kompetisi baik di dalam maupun di luar negeri seperti di Jerman, Perancis, Austria, Italia, Hungaria, Jepang, Taiwan, Macau, Cina, Filipina dan Spanyol. Prestasi yang telah diperoleh selama menjadi conductor dan tim pelatih PSM UI Paragita adalah:

  1. Sebagai Conductor, meraih juara 3 kategori Mixed Choir Festival Paduan Suara ITB pada tahun 2008
  2. Sebagai anggota Tim Pelatih, meraih juara 1 kategori Lagu Wajib Klasik dan Juara 3 kategori Foklore pada 46th Internationaler Chorwettbewerb di Spittal an der Drau, Austria pada tahun 2009
  3. Sebagai anggota Tim Pelatih, meraih juara 1 Nasional kategori Mixed Choir Festival Paduan Suara ITB pada tahun 2010
  4. Sebagai anggota Tim pelatih, meraih juara 4 untuk kategori Mixed Choir dan kategori Equal Voices pada tahun 2012
  5. Sebagai Conductor, meraih juara 2 kategori Chamber Choir pada The 1st Andrea O. Veneracion Choral Competition di Manila, Filipina pada tahun 2013.

Selain menjadi conductor dan pengajar di Paduan Suara Mahasiswa Universitas Indonesia Paragita dan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Mercu Buana Jakarta, Agus Yuwono adalah seorang penyanyi solo bariton yang telah beberapa kali mengikuti konser, berperan dalam opera dan sekarang sebagai salah satu Dosen jurusan Vokal di School Of Creative Art (IMI).

4. Ramona Unsulangi

Mona, demikian panggilan sehari-harinya, memulai belajar musik dan memainkan organ sejak usia 9 tahun di Yayasan Pusat Pendidikan Musik. Instrumen pipe orgel juga dipelajarinya sejak dini dari Romo Antonius Soetanta, S.J. sehingga membuat Mona sudah aktif mengiringi di gereja sedari SD. Saat bergabung dengan Paduan Suara SMA Tarakanita, Mona mulai tertarik pada instrumen piano dan mempelajarinya secara otodidak. Baru di tahun 2008, dengan bimbingan Roy Dauna, ia berkesempatan belajar piano kontemporer di Lembaga Pendidikan Musik Farabi.

Semasa menjadi mahasiswa FISIP UI, Mona aktif sebagai anggota dan pianis PSM UI Paragita di bawah bimbingan Aning Katamsi. Masa-masa itu memberinya banyak pengalaman untuk mengikuti kompetisi paduan suara baik di dalam maupun luar negeri. Dalam perjalanan berikutnya, pengetahuan vokal juga didapatnya dari Rozana Unsulangi dan Otti Jamalus. Kegemaran bernyanyi dan ketertarikannya pada musik Jazz tersalurkan dengan membentuk Lemonade Jazz A Cappella bersama empat orang rekannya di tahun 1999. Bersama Lemonade, Mona dan rekan-rekannya kerap mengisi beberapa pagelaran Jazz di Jakarta seperti JGTC, Jazz Interaktif, Jazz Merah Putih, dll.

Tahun 2007 Mona diangkat menjadi salah satu anggota tim pelatih PSM UI Paragita, dan di waktu yg berdekatan, ia pun sempat menjadi staf pengajar vokal di Elfa Music School. Saat ini, Mona aktif mengajar vokal di Bina Seni Suara dan Wijaya Music School. Pada akhirmya Mona berharap bisa berbagi sedikit 'rasa yang berbeda' pada khalayak lewat tiap konser PSM UI Paragita yang ditanganinya.

This is Something

Sed tristique purus vitae volutpat ultrices. Aliquam eu elit eget arcu commodo suscipit dolor nec nibh. Proin a ullamcorper elit, et sagittis turpis. Integer ut fermentum.

Also Something

Sed tristique purus vitae volutpat ultrices. Aliquam eu elit eget arcu commodo suscipit dolor nec nibh. Proin a ullamcorper elit, et sagittis turpis. Integer ut fermentum.

Probably Something

Sed tristique purus vitae volutpat ultrices. Aliquam eu elit eget arcu commodo suscipit dolor nec nibh. Proin a ullamcorper elit, et sagittis turpis. Integer ut fermentum.